perbedaan karomah dan tipu daya syetan
Diposting oleh
Perjuangan Islam yang Tak Henti...
Minggu, 25 April 2010
Sebagian kaum muslimin masih buram dalam memandang karomah. Mereka tidak dapat membedakan antara karamah dengan tipu daya syetan. Walaupun mereka mempercayai adanya karomah bagi para wali-wali Alloh. Padahal perbeadaannya sangat jelas, seperti perbedaan siang dan malam. Karena membedakan karomah dan tipu daya syetan seperti membedakan antara tauhid dan syirik, sunnah dan bid'ah serta ketaatan dan kemaksiaatan. Namun mungkin saja bagi mereka yang buta mata hatinya, tuli pendengarannya dan dangkal akalnya tidak dapat membedakan hal tersebut.
Keburaman dalam memandang karomah ini dapat disebabkan karena sikap ghulu-berlebih-lebihan, ta'ashub, hizbiyah atau karena kedengkiandan hawa nafsu. Yang terjadi adalah berbagai komentar yang tidak menunjukkan standar keilmuan yang didasarkan akidah yang benar. Alangkah bijak jika berseberangan dengan mereka yang menyatakan bahwa beberapa kejadian aneh dan luar biasa menjelang pemakamam Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra adalah karomah, mereka diam.
Disini, kita memcoba membaha beberapa keanehan terebut serta perbedaan antara karomah dan tipu daya syetan.
Kita ambil beberapa keanehan berkait dengan prosesi pemakaman ketiganya yang bisa di saksikan, dirasakan dan diceritakan sekian banyak penta'ziyah, sehingga berita tersebut pada derajat mutawatir. Beberapa keanehan tersebut adalah:
1. Ketika ke dua keranda dua jenazah Mukhlas dan Amrozi masuk dan kain penutup dibuka, tercium bau wangi menyebar ke seluruh ruangan. Kejadian ini sempat membuat keheranan para pelayat, karena di dalam ruangan yang sempit udara sangat pengap dan pengunjung berjubel dalam satu ruangan. Bila merupakan wangi dari minyak wangi, tak akan mampu mengalahkan bau badan para pengunjung dan tidak akan dapat memberikan aroma dengan kadar wangi yang sama. Jelas bukan bau minyak wangi biasa, melainkan bau wangi dari kedua jenazah tersebut.
Selain mengeluarkan aroma wangi, kedua jenazah terlhat tersenyum dengan barisan gigi yang terlihat rapi. Apalagi yang terjadi dengan Amrozi. Senyuman khas “The Smiling Bomber” yang seiring dengan kedua mata yang terbuka, terlihat seakan-akan bertemu dengan sesuatu yang membuat kagum. Mungkin sepasang bidadari yang menyambut ramah. Kondisi tak jauh berbeda terjadi dengan jenazah Mukhlas. Beliau juga memperlihatkan senyuman dengan mata yang terbuka. Wajah bersih pun menjadi pertanda yang lain.
Demikan pula yang terjadi dengan Imam Samudra. Seperti penuturan adik kandung Imam Samudra, Lulu Jamaludin, kakaknya menampakkan keanehan ketika akan di masukkan dalam liang lahat. Bau wangi juga tercium dari jenazah imam, selain itu luka bekas tembakkan peluru tajam terus mengeluarkan darah segar. Aliran darah ini keluar seperti yang terjadi dengan seseorang yang masih hidup ketika terluka. Masih menurut Lulu juga , wajah kakankya lebih bersih dan tampan dari biasanya.
2. Adanya tiga burung 'aneh' diatas kediaman mereka. Ketiga burung ini jelas bukan burung gagak seperti yang banyak diberitakan media, karena memiliki leher yang panjang. Bahkan menurut salah satu wartawan elektronik terkenal yang sempat memperbesar gambar dengan kamera ketiga burung tersebut, ternyata berwarna hijau yang ada garis putihnya. Mereka datang begitu saja berputar-putar selam kurang lebih tujuh menit, dan kemudian pergi berpencar. Dua burung ke arah timur, dan satu burung lagi terbang ke barat. Fenomena datangnya burung ini sempat membuat suasana haru dengan teriakan takbir para pelayat. Gema takbir yang bergemuruh saat melihat burung tersebut, menurut tafsir mereka adalah mujahidin. Tafsiran ini bukan tidak berdasar, karena dalam sebuah hadits disebutkan dalam hadits dari Ka'ab bin Malik, sesungguhnya Rasulullah bersabda,
“ Sesungguhnya ruh para syuhada berada dalam (tembolok) burung hijau yang bergantung pada buah-buahan di surga atau pepohonan di surga.” (HR. At-Tirmidzi)
Apakah ini sebuah karomah yang ditunjukkan oleh Alloh kepada para hamba-Nya. Untuk menunjukkan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Mendengar karomah ini, orang-orang yang anti jihad, mereka mengatakan bahwa itu perbuatan syetan, na'udzubillah. Ungkapan ini jelas menunjukkan kebodohan mereka, dan kedangkalan pemahaman mereka terhadap karomah. Karena mereka tidak dapat membedakan antara karomah dan tipu daya syetan. Agar kita dapat mengambil pelajaran setiap karomah yng tampak oleh Alloh kepada para hamba-Nya. Jangan sampai kita ghulu membutakan mata hati dari apa yang telah diajarkan oleh Roululloh.
Perbedaan karomah dan tipu daya syetan.
1.Karomah wali Alloh berasal dari keimanan dan ketakwaan, sedangkan kelebihan wali syetan bersumber dari hal-hal yang terlarang oleh Alloh dan Rasul-Nya. Alloh berfirman:
“Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu,(janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Alloh.”
(Al-An'am [6]:33).
2. Karomah selamanya tidak dapat dipelajari. Karomah terjadi bukan dengan kehendak atau permintaan. Karena karomah adalah pemberian Alloh kepada wali-Nya pada saat-saat yang tidak di tentukan. Kalau ada orang yang berusaha untuk mendapatkan kelebihan-kelebihan secara fisik, maka itu bukanlah karomah.
Termasuk juga mempelajari ilmu-ilmu tertentu, seperti kebal, tenaga dalam, pukulan jarak jauh, terbang di udara, berjalan di ata air, menebak apa yang sedang dipikirkan orang lain, menghilang dan lainnya. Itu semua, sekalipun dipelajari dengan membaca ayat-ayat dan hadits, ataupun mengerjakan sunnah, namun itu semua adalah ucapan yang mengatasnamakan Alloh Ta'ala, yang mana Alloh Ta'ala sama sekali tidak pernah menurunkan hujjah untuk hal-hal tersebut. Selain tidak ada landasannya dari kitab dan sunnah, hal tersebut juga mengharuskan seseorang melakukan amalan tertentu pula. Dimana jika amalannya tidak sesuai yang disyaratkan, maka ilmu yang dipelajari akan gagal diperoleh. Siapakah yang membuat syarat-syarat tertentu itu kalau bukan syetan.(ibnu Taimiyah, Al Furqon Baina Auliya'illah wa Auliya 'Isy Syaithan)
3. Karomah berasal dari Alloh Ta'ala dan penyebabnya adalah ketaatan, yaitu dikhususkan pada orang-orang yang istiqomah. Alloh berfirman :
“Dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasainya hanyalah orang-orang yang bertakwa”(Al-Anfaal[7]:34).
Sedangkan kejadian aneh dari syetan penyebabnya perbuatan kufur dan kemaksiaatan. Ini dikhususkan pada ahli kesesatan.
“Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.”(Al-An'am[6]:12)
Itulah diantara perbedaan yang sangat jelas diantara karomah dan tipu daya syetan. Sehingga kejadian aneh yang terjadi saat pemakamam tiga ikhwan (saudara kita seiman) bukanlah tipu daya syetan . Karena kita tidak melihat dari mereka perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan tipu daya syetan, seperti melakukan perbuatan kufur atau perbuatan terlarang lainnya. Sehingga dapat dipahami, (insya Alloh) kejadian aneh tersebut karamah dari Alloh, yang menunjukkan diterimanya kesyahidan mereka. Wallohu a'lam
KOMPASbola
About Me
- Perjuangan Islam yang Tak Henti...
- Ana lahir disebuah Desa,dimana desa tersebut banyak penduduk yang tak mengenal islam dengan teguh kurasakan hari-hari yang begitu hampa dengan ruhaniyah,maka dari itu ana akan merubah semua yang terjadi ....

Posting Komentar